#15 I love my life

Minggu ini di kelas, kami membahas sebuah puisi yang berjudul "Barbie Doll" karya Marge Piercy. Puisi ini menceritakan tentang seorang gadis yg terlahir sebagai gadis sehat, pandai dan normal, tapi karena tekanan dari lingkungan yg menganggap dirinya kurang sempurna, gadis ini akhirnya sungguh menganggap dirinya tidak sempurna. Sekeras apapun ia berusaha, bahkan hingga menempuh operasi, ia tidak bisa mendapatkan kepuasan. Puisi ini berakhir tragis ketika gadis ini berakhir di peti mati dan semua orang memuji betapa cantiknya dia.

Cerita di puisi itu sesungguhnya bukan barang baru. Setiap orang pasti pernah merasakan hal yang sama walaupun mungkin dengan kadar keekstriman yang berbeda. Apalagi buat perempuan. Menurut saya pribadi, peer pressure untuk kaum perempuan terkadang lebih tinggi dibanding kaum lelaki. Sepertinya ada tekanan tinggi bagi perempuan untuk tampil cantik, tinggi, langsing, berkulit dan berambut indah, dan sukses baik di rumah maupun di luar rumah. Dan tekanan itu tidak jarang datang dari sesama perempuan sendiri, selain juga dari para lelaki. Gimana gak stress?

Saya lalu mulai merefleksikan pengalaman hidup saya. Postur tubuh saya jelas jauuuuh dari sempurna. Tapi entah kenapa, saya sendiri tidak pernah merasakan tekanan yg tidak bisa saya atasi seperti cerita gadis di puisi tadi. Bukan berarti saya tidak pernah merasa tidak nyaman dengan diri dan penampilan saya, tapi memang saya tidak pernah sampai merasa depresi maupun putus asa. Saya lalu berpikir kenapa saya bisa baik-baik saja. Lalu saya sadari kenapa. Karena saya memiliki ibu yang luar biasa. Ibu saya adalah seorang ibu rumah tangga sejati. Menikah di usia belasan, dan punya anak di usia ke 20. Sungguh ibu muda yang miskin pengalaman. Sejak kecil, ibu selalu mengajarkan saya untuk mandiri dan terampil (walaupun yang terakhir tidak berhasil saya warisi dari ibu saya). Berkat ibu, saya sudah berangkat sendiri ke sekolah naik angkot sejak kelas 3 SD, mulai haus membaca novel berbahasa Inggris sejak SMP, dan berani merantau ketika SMA. Saya selalu ingat kata-kata ibu saya, "Jangan takut mencoba. Kamu pasti bisa."

Kata-kata ibu saya menjadi penyemangat dalam setiap langkah saya selanjutnya. Mimpi ibu adalah melihat saya mendapatkan beasiswa ke luar negeri, dan kuliah setinggi-tingginya. Disaat saya mulai pesimis, ibu pasti akan berkata, "Kamu pasti bisa." Ketika saya akhirnya sungguh berhasil meraih beasiswa S2 ke Australia, ibu saya sudah meninggal. Tapi saya yakin, kalo bukan karena ibu saya, saya pasti tidak punya keberanian sebesar ini untuk mencoba dan bangun ketika jatuh. Karena ibu, saya tidak pernah merasa diri saya tidak cantik, tidak pintar, tidak langsing, tidak sempurna, dan sejuta tidak lainnya. Karena ibu saya, saya selalu punya keyakinan bahwa saya bisa. Saya pikir, hal inilah yang membuat kepercayaan diri saya meningkat. Ketika banyak teman yang berkomentar tentang postur tubuh saya yg berubah dahsyat dibanding waktu sekolah, saya selalu bisa nyengir dan berkata, "Wong saya gemuk aja cantik. Nanti kalo saya langsing, saya jadi bintang film dan terkenal, dan susah ikutan acara beginian." Ketika banyak yg berkomentar tentang saya yang tidak memiliki anak, saya juga selalu bisa santai menjawab, "Saya punya pekerjaan yg menyenangkan, suami yg pengertian, dan teman-teman yg baik. Saya bisa pergi kemanapun yg saya inginkan. Masih kurang apa?"

Terkadang saya mikir juga, kenapa orang-orang ini sepertinya bahagia betul menggarisbawahi kekurangan-kekurangan saya. Gak seneng ya, liat saya baik-baik aja? Tapi saya lalu ingat ibu saya, ibu rumah tangga biasa, yg selalu mengajarkan saya untuk mandiri dan mengangkat kepala dengan tegak, dan berkata, "Jangan pernah malu dengan dirimu. Kamu adalah anak yg diinginkan, dan anak yg membawa kebahagiaan. Kamu pasti bisa." Kalo ibu saya saja memiliki keyakinan yg tinggi terhadap saya, dan tidak memandang rendah saya, kenapa saya harus memandang rendah diri saya hanya karena komentar orang lain? Kalau saya susah pun, mereka gak akan mengulurkan tangan menolong. Apa urusan saya mengurusi omongan negatif mereka? Jadi sejak dulu saya belajar menerima diri saya apa adanya. Kalo memang saya gemuk, ya sudah. Saya masih bisa tampil sehat dan cantik kok. Saya tidak pernah pakai baju sembarangan yg membuat saya tidak menarik. Saya memastikan bahwa saya selalu cantik, wangi, dan modis. Memangnya kata siapa kalo saya harus jelek karena badan saya gak ideal? Kalo memang saya tidak punya anak, ya diterima aja. Saya punya karir yg bagus, pekerjaan yg menyenangkan, dan punya waktu untuk menuliskan refleksi saya melalui blog. Saya masih bisa backpacking ke luar negeri, atau sekedar piknik ke luar kota, disaat saya inginkan. Saya juga masih bisa bangun siang ketika libur, dan santai memasak di siang hari untuk saya dan suami kalo kami malas kemana-mana. Dan ketika orang lain bertanya kenapa sepertinya hidup saya sangat santai dan bebas tanpa beban, saya cuma ketawa dan berkata, "Karena saya cinta diri saya. I love my life. Saya masih bisa susah kenapa?"

Catatan: untuk semua perempuan di luar sana yg merasa dirinya jauh dari sempurna, percayalah bahwa tidak ada orang yg sempurna. Yg ada adalah orang yang bisa menerima kekurangannya dan memutuskan bahwa hidupnya baik-baik saja, dan orang yang tidak bisa menerima kekurangan dirinya dan membiarkan kekurangannya menelan semua kebaikannya. Jadi, jangan pernah berhenti percaya bahwa kita semua pasti bisa. Karena, kita pasti bisa! Cheers!

Source: http://sms.latestsms.in/wp-content/uploads/life-quotes-sms.jpg

Share:

5 komentar

  1. setuju banget mak :) salam knal ya :

    BalasHapus
  2. wah, ibunya keren banget mak. iya ya, udah semestinya kita pede dan bahagian dengan hidup kita. semoga nular aura positifnya ke saya ya mak ^_^

    BalasHapus
  3. Terima kasih mak Susan dan Ofi yg udah mampir. Mari jadi perempuan yang menginspirasi, tidak menghakimi. *hugs*

    BalasHapus
  4. iiii maaak.....salam kenaaaal :D....well, sebenernya dah kenal yaaah hehehe...good to finally meet you here...it's been ages since Clayton, riteee :D>...I'm of the view with all the things you said above...ayooo, Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk kita...jangan pernah lupa bersyukur ya maaak :D...

    BalasHapus
  5. Mak Indah, aku benernya punya short-term memory. Tapi pas liat fotomu dan krucil2, aku jd inget pernah melihatmu dan babymu yg dulu kukomentari kayak bayi koala karena nemplok di depan. So cute (padahal baru lahir dan pasti menuai heboh dari ibu2 konvensional. hehehehe..). Salam kenal disini jugaaa..^^

    BalasHapus